
Untuk bunda pejuang Asi eksklusif pastilah akan memilih pompa asi terbaik demi kelancaran pumping bunda dimanapun — The Asian Parent
Halo bunda-bunda pejuang ASIP, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya pompa asi kan. Ada dua macam pompa asi yang dikenal di kalangan bunda-bunda, yakni pompa asi manual dan pompa asi elektrik.
Salah satu keuntungan penggunaan pompa ASI adalah Anda bisa memberikan suplai ASI kepada bayi Anda kapan pun, bahkan saat sedang berada jauh dari bayi. Misalnya, jika Anda bekerja di kantor dan harus menitipkan bayi Anda pada anggota keluarga atau tempat perawatan bayi.
Selain itu, untuk bayi yang memiliki alergi makanan atau minuman tertentu, pemberian ASI tidak akan memicu munculnya alergi. Keuntungan lainnya adalah Anda bisa melibatkan pasangan Anda dalam merawat bayi, antara lain dengan memberikan ASI melalui botol kepada bayi.
Fungsi lain dari pompa ASI adalah untuk menstimulasi peningkatan jumlah ASI yang diproduksi oleh ibu. Bukan itu saja, kegiatan memompa atau memerah ASI yang dilakukan secara konsisten juga dapat mengurangi sumbatan dan rasa nyeri yang muncul jika ASI tidak dikeluarkan. Akan tetapi, beberapa orang malah memiliki jumlah ASI yang terlalu banyak sehingga bingung mengenai cara penyimpanannnya. Untuk kasus demikian, ada baiknya jika Anda menyesuaikan frekuensi memompa dengan keadaan dan kebutuhan.
Disini saya akan memberikan review tentang pompa asi yang sudah pernah saya gunakan selama ini. Diantaranya yang sudah saya coba dari pompa ASI manual dan elektrik dari dua merek yang berbeda. Pompa Asi pertama yang saya gunakan adalah pompa ASI yang saya beli di toko online ‘sho*ee’ dimana seller-nya berasal dari luar negeri.

Pompa asi manual tanpa merek
Hasil dari pompa ASI manual
Saya paling nyaman waktu menggunakan botol huki kecil 60ml yang tidak ada tulisannya, karena ada juga botol huki kecil yang tidak bisa dipasang pada pompa asi tersebut. Sparepart pompa asi ini juga tidak terlalu banyak, bagian yang terkena aliran asi selama memompa ada tiga yakni botol, corong pompa, dan karet putih silicon di dalam pompa-nya.

Karet putih silicon di dalam pompa-nya
Karet putih silicon ini kecil dan tak begitu terlihat sehingga rawan hilang, kalau ini hilang maka pompa asi tidak dapat digunakan untuk pumping. Terkadang bagian selangnya juga terkena asi karena waktu pumping penuh dan tidak disengaja waktu mengecek jumlah asi-nya tumpah ke aliran selang udara. Karena sewaktu-waktu hal tersebut dapat terjadi, maka selang udara tersebut perlu dicuci dan di steril dengan disiram air panas, usahakan bagian dalamnya teraliri dengan baik.

Asi Perah yang diminumkan ke bayi
Meskipun harganya murah, akan tetapi memiliki kualitas tidak kalah dengan pompa asi yang bermerek. Namun, sayangnya pompa asi ini hanya mampu bertahan selama dua bulan saja dengan pemakaian rutin sehari bisa 8 kali pumping. Pompa-nya yang berwarna biru tersebut mengalami sobekan yang mengakibatkan sehingga tidak dapat menarik udara.
Akhirnya tidak lama kemudian saya beralih ke pompa asi merek real bubee. Saya menggunakan pompa asi manual dan elektrik merek tersebut. Saya menggunakan kedua jenis pompa asi pada merek yang sama tersebut karena pompa asi manual bisa difungsikan sebagai pompa asi elektrik, yakni dengan mengganti bagian atasnya dengan silicon yang digunakan oleh pompa elektrik. Akan tetapi, jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak di inginkan pada pompa asi elektrik, maka penggunaan manual bisa di gunakan. Seperti saat terjadi pemadaman listrik karena pompa asi elektrik real bubee saat di nyalakan maka harus tersambung ke aliran listrik, dalam perjalanan jauh, mesinnya mati, dan masih banyak lagi.


Pompa asi manual real bubee
Pompa asi real bubee manual dalam satu paket mendapatkan corong pompa, silicon diafragma, tuas pompa, membran velve, satu botol ukuran 150 ml, satu tutup botol beserta dot-nya. Dalam sepaket juga terdapat bonus berupa satu kantong asi ukuran 250 ml dan breast pad sepasang untuk sekali pakai. Pemakaian pompa asi tersebut juga dapat di atur tingkat kekuatannya sedotannya mau di buat ringan, sedang, atau kuat.

Bagian ujung yang digunakan untuk mengatur kekuatan pompa asi
Hal tersebut memungkinkan karena di bagian silicon-nya terdapat tambahan berupa alat yg digunakan untuk memasang tuas pompa. Penggunaan pompa asi tersebut juga cukup mudah, yakni dapat menggunakan satu tangan saja. Daya tarikannya yang dapat di atur memberi rasa nyaman saat melakukan pumping, sehingga rasa sakit saat melakukan pumping tidak begitu terasa. Asi yang dihasilkan juga lebih banyak dan lebih cepat dibanding dengan pompa asi manual yang sebelumnya.

Hasil pumping selama 10 menit (5 menit payudara kiri dan 5 menit payudara kanan)
Penggunaan pompa asi manual jarang saya gunakan, karena saya lebih banyak menggunakan pompa asi elektrik real bubee juga. Harganya juga pas di kantong kurang lebih 160-210rb saja bisa mendapatkan pompa asi elektrik merek real bubee yang double breast pump. Harga yang sangat menguntungkan untuk pembeli pompa asi tersebut, kualitas-nya juga bukan kaleng-kaleng.

Pompa asi elektrik real bubee yang tersambung pada power bank hp
Pompa asi elektrik real bubee memiliki beberapa pilihan daya hisapan yang bisa di sesuaikan dengan kebutuhan. Dengan pengaturan tersebut memberi rasa nyaman saat melakukan pumping. Waktu menyalakan mesinnya harus selalu dicolokkan pada carger hp atau bisa juga menggunakan power bank.
Buat bunda yang bekerja didepan komputer juga bisa mencolokkan ke sambungan usb sambil bekerja. Mungkin ada juga bunda yang merasa tidak nyaman dengan penggunaan kabel usb yang harus selalu di colokan. Saya juga kurang begitu nyaman, karena barang perlengkapan pumping jadi sulit untuk di bawa. Pompa Asi ini lebih enak dipakai dirumah karena tidak akan seribet waktu dibawa keluar rumah.

Hasil pumping dengan pompa asi elektrik real bubee selama 10 menit
Hasil yang didapat dari penggunaan pompa asi elektrik real bubee bisa lebih banyak dari pada menggunakan pompa asi manual. Suara yang dihasilkan saat pumping juga tidak begitu berisik sehingga tidak mengganggu bayi saat sedang tidur. Pompa Asi tersebut juga mudah dibersihkan, pernik-perniknya juga tidak begitu banyak sehingga tidak perlu kuatir hilang. Sementara pengguna dobel breast pump saya menggunakan untuk Power pumping karena lebih menghemat waktu pumping.
Saya sudah memakai pompa asi ini selama 4 bulan dan kondisi mesinnya juga pompa-nya baik-baik saja, semoga bisa aman sampai twin lulus minum asi-nya. Jangan lupa baca artikel lainnya saya tentang Bunda-Bunda Pejuang ASIP di blog saya ini juga sebagai penambah wawasan bunda dalam meng-asi-hi.
Baca juga:
Artikel By: Silvi Firma Alif

Terima kasih bunda, informasi ini sangat membantu
SukaSuka